Kategori: PegBintangKab

  • Gempa M 5,4 Terjadi di Pegunungan Bintang Papua

    Gempa M 5,4 Terjadi di Pegunungan Bintang Papua

    Jakarta, CNN Indonesia — Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 mengguncang Pegunungan Bintang, Papua, pada Senin (3/4) dini hari.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa itu terjadi pada pukul 02.12 WIB.Titik koordinat gempa terletak di 4,63 Lintang Selatan dan 143,38 Bujur Timur, tepatnya 318 kilometer di Tenggara Pegunungan Bintang.

    Gempa itu berada di kedalaman 10 kilometer. BMKG menegaskan bahwa informasi ini masih berdasarkan data awal.

    “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian pernyataan BMKG di Twitter.

    Sumber: cnnindonesia.com

  • Pegubin Berduka, Ayahanda Dari Bupati Spei Bidana Meninggal Dunia Di Usia 105 Tahun

    Pegubin Berduka, Ayahanda Dari Bupati Spei Bidana Meninggal Dunia Di Usia 105 Tahun

    JAYAPURA (PB.COM)—Duka menyelimuti Bumi Aplim Apom, Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan. Agus Bidana, ayahanda tercinta dari Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si meninggal dunia dalam usia 105 tahun.

    Kabar duka itu beredar sejak Jumat, 31 Maret 2023 malam dalam sejumlah WhatsApp (WA) Group. Ayahanda Bupati Spei, Agus Bidana, meninggal di hari itu tepat Pkl. 14.00 di Kampung Berusaha, Distrik Kiwirok.

    “Selamat Malam Komandan. Izin melaporkan bahwa pada hari Jumat, tanggal 31 Maret 2023 Pukul 17.30 Wit, ada 2 orang masyarakat Apom telah datang ke Koramil untuk memberikan informasi untuk minta tolong Danramil menghubungi Bupati menyampaikan ayah kandung dari Bapak Bupati Pegunungan Bintang meninggal an. Alm bapak Agus Bidana Pukul 14.00 WIT di Kampung Berusaha (Apom),” begitu bunyi pesan WA yang diterima redaksi.

    Papuabangkit.com pun mengumpulkan sejumlah informasi dan memberi ucapan duka kepada orang nomor satu Pegunungan Bintang, malam itu juga.

    “Terima kasih adik. Ayah meninggal dalam usia 105 tahun,” jawab Bupati Spei singkat, Jumat, 31 Maret 2021 malam.

    Tokoh Gereja Katolik di Oklip

    Almarhum Agus Bidana lahir pada tahun 1918. Ia pergi meninggalkan 7 orang anaknya dan puluhan cucu dan cicitnya dalam usia 105 tahun.

    Paul Mabel, salah satu cucu dari alm Agus Bidana menuturkan, kakeknya menikah dengan neneknya alm. Agustina Taplo dan dianugerahi 12 anak. Namun dua di antaranya mengalami keguguran.

    “Mama saya, Ani Bidana adalah anak yang ketiga. Jadi kakek Agus Bidana ini punya 12 anak, yang lahir dan hidup sampai besar itu ada 10 anak. Dari 10 ini, tiga sudah meninggal,” kata Paul yang saat ini menjabat Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Pegunungan Bintang.

    Selain Bupati Spei Yan Bidana yang adalah anak ketujuh, alm. Agus Bidana juga memiliki tiga putra hebat yang saat ini menduduki jabatan penting di Pemda Pegubin. Yakni Decky Bidana (anak keempat) yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Elix Bidana (anak kelima), dan Gerald Octoviaen Bidana (anak kedelapan) yang saat ini menjabat Kepala BRIDA.

    Menurut Paul, alm. Agus Bidana tak hanya seorang petani biasa di Kampung Aiphikin, Distrik Oklip. Ia adalah tokoh yang pertama kali menerima misi Gereja Katolik di wilayah itu.

    “Beliau adalah tokoh pemimpin yang visioner di kampung, penyayang dan peduli dengan semua orang. Ia juga sangat terbuka menerima semua orang dengan segala kekurangan mereka. Banyak nilai-nilai karakter kepemimpinan yang kami tiru dari opa,” tuturnya.

    Paul menambahkan, rencana pemakaman alm. Agus Bidana akan dilakukan di Kampung Berusaha Distrik Kiwirok pada tanggal 3 atau 4 Maret 2023.

    “Bapak Bupati dan rombongan sejak tadi (Sabtu, 1 April 2023—Red) jalan kaki dari Oksibil ke Oklip, Kira-kira tiga sampai empat jam. Kami anak cucuk yang lain dari Jayapura, Timika dan sebagian dari Jayawijaya Senin baru naik,” tutup Paul.

    Plt. Sekretaris Daerah Pegunungan Bintang, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., MH atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda Bupati Spei Bidana.

    “Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga ayahanda terkasih diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan iman. Ini duka seluruh rakyat Pegunungan Bintang,” ujar dr. Silwanus.

    Sumber: papuabangkit.com (Gusty Masan Raya)

  • Semangat Anak Pegunungan Bintang Belajar Berhitung Dalam Polisi Pi Ajar

    Semangat Anak Pegunungan Bintang Belajar Berhitung Dalam Polisi Pi Ajar

    Papua, Jurnalpolri.com – Polri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang rutin dilaksanakan melalui Program Polisi Pi Ajar. Hal inilah yang dilakukan jajaran anggota Polisi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan dengan mengajarkan anak-anak binaannya di Distrik Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang, Jumat (31/03/2023).

    Sebanyak 10 anak yang mengikuti kegiatan belajar berhitung dalam Program Polisi Pi Ajar di Oksibil. Tampak anak-anak sangat bersemangat dan antusias ketika Bripda Rudy Cakaradini dan Bripda Sardi tiba di lokasi yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

    Anak-anak yang kala itu sedang bermain ketika melihat Bripda Rudy dan Bripda Sardi tiba di lokasi langsung memberitahukan temannya bahwa pak guru (Bripda Rudy dan Bripda Sardi) sudah datang untuk mengajar dan bergegas mengambil buku di rumah mereka.

    “Wee cepat ambil buku pak guru sudah datang” ucap salah seorang anak binaan kepada teman-temannya.

    Personel Satgas Binmas yang sudah tiba di lokasi selanjutnya menyiapkan meja dan papan tulis untuk digunakan sebagai media pembelajaran kepada anak-anak binaan sembari menunggu mereka datang.

    Dalam kegiatan tersebut personel satgas binmas mengajarkan anak-anak binaannya mengenal bilangan ganjil dan genap dari 1 – 25 dalam bentuk permainan angka hilang.

    “Kami coba mengenalkan mereka dengan materi bilangan ganjil dan genap yang dikemas dengan metode permainan seperti menuliskan angka yang berurutan di papan tulis namun ada angka yang kami hilangkan untuk dijawab oleh anak-anak. ”Jelas Bripda Sardi.

    Beberapa pertanyaan diberikan kepada anak-anak untuk melihat seberapa paham mereka dalam menerima materi, alhasil anak-anak yang sudah paham saling berebutan untuk menjawabnya.

    “Setelah dijelaskan mereka (Anak-anak) mulai paham, alhasil ketika kami berikan mereka pertanyaan mereka saling berebut untuk menjawabnya.” Ujar Bripda Sardi.

    Di tempat berbeda, Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo S.H., S.I.K., M.Kom mengatakan Pendidikan adalah salah satu prioritas polri dalam mendukung pembangunan daerah maupun sumber daya manusia khususnya di Papua, dan harapannya melalui Program Polisi Pi Ajar dapat membantu meningkatkan kualitas Pendidikan khususnya bagi generasi muda di Pegubin.

    Diketahui Pegunungan Bintang termasuk salah satu dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan dengan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berkategori rendah dengan nilai di bawah angka 60.

    Sumber: jurnalpolri.com

  • Warga Kampung Kawe Akhirnya Menikmati Layanan Internet 4G

    Warga Kampung Kawe Akhirnya Menikmati Layanan Internet 4G

    PAPUA PEGUNUNGAN | Masyarakat Kampung Kawe, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, mulai Selasa (28/3/2023) sudah bisa menikmati layanan data internet di wilayahnya.

    Kehadiran internet tersebut atas kerjasama TNI dengan Pemkab Pegubin yang selama ini berkoordinasi dengan tim dari BTS Bhakti yang dikoordinir Benyamin, sehingga Tower BTS Bakti 4G dapat hadir di Kampung Kawe.

    Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring mengungkapkan, dengan rampungnya pembangunan Tower BTS Bakti 4G hari ini, maka masyarakat di Kampung Kawe bisa menikmati internet dengan baik dan lancar.

    “Puji syukur semua berjalan dengan lancar dan hari ini (kemarin,red) masyarakat sudah bisa mengakses jaringan internet,” kata Danrem dalam rilisnya, Selasa malam.

    Menurut jenderal Kopassus bintang satu ini, masyarakat di Kampung Kawe begitu antusias menyambut kehadiran jaringan komunikasi (internet) di daerahnya. Hal itu terlihat sejak awal perencanaan pembangunan tower, masyarakat selalu hadir dan ikut membantu baik penyiapan lahan hingga proses pembangunan.

    “Saya pikir ini merupakan salah satu dari kerinduan masyarakat akan pembangunan di daerahnya. Kita tahu bersama, saat kita menghadirkan konektivitas, yang terwujud bukan hanya sambungan internet atau telekomunikasi, tetapi juga harapan untuk masa depan yang gemilang khususnya untuk menunjang pendidikan para generasi Papua di Kampung Kawe ini,” jelasnya.

    Ia pun berharap dengan adanya pembangunan telekomunikasi ini akan menjadi pendorong pembangunan di sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. Begitu juga dengan daerah-daerah terpencil lainnya.

    “Bersama dengan Pemkab Pegubin, kami akan terus berupaya untuk mewujudkan program Pemerintah Pusat dalam melakukan pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil dan terisolir,” aku Danrem.

    Kendati tak mudah, Danrem terus berkomitmen untuk membantu Pemkab Pegubin dalam mensejahterakan masyarakatnya.

    “Untuk itu, kolaborasi antara TNI dan Pemkab Pegubin guna menghadirkan negara hingga ke daerah terpencil dan terisolir akan terus berlanjut,” tuturnya.

    Sementara itu, masyarakat Kampung Kawe menyambut operasional layanan internet dengan acara adat bakar batu sebagai ungkapan rasa syukur.

    Tokoh Masyarakat Kampung Kawe, Saskar, mengaku bahwa masyarakat sangat senang dengan adanya pembangunan jaringan internet, karena selama ini kampungnya belum tersedia jaringan telekomunikasi.

    “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemkab Pegubin karena sudah memperhatikan masyarakat di Kampung Kawe melalui TNI. Kami bersuka cita keberadaan TNI yang begitu tiba-tiba langsung memberikan dampak yang begitu besar bagi kampung ini,” katanya.

    Saskar juga memaparkan bahwa Kampung Kawe merupakan salah satu daerah yang sulit untuk dijangkau. Untuk itu, masyarakat sangat bersyukur TNI dan Pemerintah Pusat maupun daerah begitu peduli dengan masyarakatnya.

    “Masyarakat kami harus maju, kampung kami harus maju, itu yang kami harapkan selama ini. Dengan adanya jaringan internet ini juga, kami bisa berkomunikasi dengan keluarga di luar Kampung Kawe, dan anak-anak kami sekarang bisa menambah wawasan dengan membuka internet,” tandasnya.

    Sumber : seputarpapua.com (Alley)

  • Masyarakat Pegunungan Bintang Bersama Satgas Yonif 143/TWEJ Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan

    Masyarakat Pegunungan Bintang Bersama Satgas Yonif 143/TWEJ Gelar Karya Bakti Bersihkan Lingkungan

    Keerom – Dalam rangka mempererat komunikasi, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, Satgas Yonif 143/TWEJ bersama warga melaksanakan Karya Bakti di Kampung Abmisibil, Distrik Okbibab, Kab. Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (23/03/2023).

    Dalam keteranganya, Danpos Okbibab Satgas Yonif 143/TWEJ Letda Inf Briant Purba Wisesa, S.Tr.(Han)., mengungkapkan bahwa Karya Bakti bersama masyarakat ini dalam rangka untuk lebih mempererat Komunikasi antara Satgas, Pemerintah daerah dan masyarakat guna bersama-sama menciptakan lingkungan yang indah dan nyaman.

    “Melalui kegiatan ini Satgas berharap dapat terjalin komunikasi yang lebih erat antara Satgas, aparat distrik dan masyarakat dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI- rakyat,” ungkap Danpos.

    Kegiatan Karya Bakti yang dipimpin langsung oleh Danpos Okbibab Satgas Yonif 143/TWEJ Letda Inf Briant Purba Wisesa, S.Tr.(Han)., mendapat sambutan sangat antusias dari warga. Tampak keakraban terjalin diantara TNI dan masyarakat untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman.

    “Kami sangat bangga dan mengucapkan terimakasih kepada Kadistrik dan seluruh masyarakat Okbibab yang telah hadir dalam Karya Bakti kali ini. Semoga dengan kegiatan ini dapat mempererat keakraban diantara kami,” tambah Danpos.

    Sementara itu, Kadistrik Okbibab bapak Emilyanus Urpon, S.E., (51) mengucapkan terimakasih atas peran serta Satgas turut menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan untuk mencapai kemakmuran bersama.

    “Saya mewakili warga mengucapkan terimakasih kepada bapa TNI yang selalu hadir membantu masyarakat, semoga melalui kegiatan ini dapat mempererat kominikasi dan keakraban,” tutur Emilyanus Urpon, S.E.

    Autentifikasi : Pen Satgas Yonif 143/TWEJ

    Sumber: indosiber.id (Erfan Nurali)

  • Pesta Olahraga Jelang HUT ke-20 dan Harapan Kembalinya Pegunungan Bintang Yang Damai

    Pesta Olahraga Jelang HUT ke-20 dan Harapan Kembalinya Pegunungan Bintang Yang Damai

    JAYAPURA (PB.COM)—Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan pada 12 April 2023 mendatang genap berusia 20 tahun. Kabupaten yang dimekarkan dari Jayawijaya ini memiliki luas 15.683 kilometer persegi. Pegubin terbagi ke dalam 34 distrik dan 277 desa/kampung dengan jumlah penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020 sebanyak 75.800 jiwa.

    Wilayah yang dijuluki Bumi Aplim Apom berbatasan langsung dengan negara PNG ini sejak dulu dikenal relatif kondusif. Sayangnya, citra itu tercoreng dua tahun belakangan. Serangkaian gangguan keamanan berupa teror, penembakan, pembunuhan dan pembakaran terjadi.

    Para pemain sepak bola yang siap melakoni pertandingan eksebisi mengawali turnamen HUT Kabupaten Pegubin yang dibuka Bupati Spei Bidana. Jumat, 10 Maret 2023. Para pemain adalah dari kepala OPD, kepala distrik, dan TNI/Polri.

    Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, ST, M.Si dan Wakil Bupati Kris Bakweng Uropmabin, ST pun tak tinggal diam. Mereka terus berupaya untuk mengembalikan suasana Pegubin kembali menjadi rumah yang aman bagi siapa saja yang bekerja melayani dan membangun Pegubin.

    Memanfaatkan momen HUT ke-20 tahun ini, Pemda Pegubin pun menggelar turnamen sepak bola dan bola voley yang telah resmi dibuka Bupati Spei pada Jumat, 10 Maret 2023 lalu dengan tendangan bola perdana di Lapangan Sepak Bola Kabiding, Kota Oksibil.

    “Turnamen ini kita gelar semata-mata untuk mesyukuri kehadiran Kabupaten Pegunungan Bintang. Untuk bisa terbentuknya kabupaten ini tidaklah mudah. Kita bisa bertumbuh dan bermanfaat, itu hanya melalui kabupaten ini. Kita ini punya potensi besar. Kita harus bisa bangkit dan berinovasi. Yang penting kuncinya adalah keamanan. Bukan saja untuk momen menjelang ulang tahun kabupaten ini saja, tetapi juga untuk pembangunan berkelanjutan,” pesan Bupati Spei Bidana saat membuka turnamen.

    Sependapat dengan Bupati, Wakil Bupati (Wabup) Kris Bakweng Uropmabin mengatakan turnamen olahraga ini digelar untuk menciptakan kembali rasa aman di Pegubin, sekaligus menghilangkan stigma buruk yang terlanjur dilabeli oleh masyarakat luar tentang Pegubin.

    “Dengan momen digelarnya turnamen ini, kita ingin tunjukkan kepada dunia luar Pegunungan Bintang, kepada provinsi dan negara bahwa wilayah kita aman untuk aktivitas pemerintahan berlangsung. Kami bersepakat untuk memulai dan mengembalikan keamanan dan kenyamanan hidup di Pegunungan Bintang seperti pada 20 tahun yang lalu,” kata Wabup Kris.

    “Dan hari ini pun kami kembali beraktivitas seperti biasa di Oksibil selaku ibukota kabupaten yang menjadi barometer pembangunan untuk menyebarkan virus perdamaian kepada seluruh wilayah di 34 distrik,” tambahnya.

    Junjung Sportivitas, Jaga Kamtibmas

    Kapolres Pegubin AKBP M. Davi Bastomi S.H., S.I.K., M.I.K mengatakan, sebenarnya secara aturan persepakbolaan, fasilitas olahraga di Oksibil tempat digelarnya turnamen belumlah layak dari sisi keamanan.

    Namun, pihaknya tetap mengizinkan turnamen ini digelar sekaligus memberi ruang untuk masyarakat saling bersilaturahmi. Dengan catatan, setiap warga harus tetap menjaga Kamtibmas dan aturan yang dikeluarkan oleh panitia dan aparat keamanan.

    Kapolres Davi Bustomi bersama Kepala BPKAD Jenni Lithin dan Kepala Kominfo Alferus Sanuari di sela-sela pembukaan turnamen sepak bola.

    “Saya minta selama jalannya pertandingan, khususnya sepak bola kaki, wasit tetap bijak dan professional menjalankan tugas di lapangan. Sebab kadang pemicu konflik adalah ada dari kepemimpinan wasit,” tutur Kapolres Davi didampingi Pabung Kodim 1715/Yahukimo Mayor Arh Soni B.S. Simanjuntak.

    Sementara itu, Asisten 1 Setda Pegubin selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Nico Uropmabin, S.IP, M.Si mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam turnamen ini.

    “Kami ucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang telah membantu memberi meringankan pengamanan sehingga acara kita dapat terlaksana dengan meriah. Kami berharap pihak TNI/Polri selalu mendampingi kami hingga puncak perayaan ini 12 April mendatang,” kata Nico.

    Menurutnya, turnamen sepak bola diikuti oleh 27 tim putra dan 17 tim putri. Sedangkan untuk bola volley, terdapat 18 tim putra dan 17 tim putri yang ikut. Sesuai agenda, turnamen ini akan berlangsung hingga 11 April 2023 atau H-1 sebelum perayaan puncak HUT kabupaten.

    Ia berharap semua tim yang terlibat dalam turnamen ini menjunjung tinggi semangat sportivitas, kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan dengan Motto Di Lapangan Hijau, Semuanya Sama-Sama Pemain Tanpa Ada Perbedaan Kasta, Tidak Ada Kemenangan Tanpa Kerja Keras Dan Semangat Pantang menyerah.

    Sumber: papuabangkit.com (Aquino Ningdana/Gusty Masan Raya)

  • Bupati Pegubin Berharap Aparat TNI/Polri Korban Tragedi Iwur Bisa Ditemukan

    Bupati Pegubin Berharap Aparat TNI/Polri Korban Tragedi Iwur Bisa Ditemukan

    JAYAPURA —Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M,Si menyatakan turut prihatin dan rasa empati yang mendalam kepada keluarga korban tragedi putusnya tali jembatan Iwur yang membuat 4 personil TNI/Polri hanyut dibawa air Sungai Digoel dan sedang dalam proses pencarian.

    “Saya selaku pimpinan daerah dan mewakili seluruh ASN dan masyarakat Pegunungan Bintang menyampaikan rasa empati yang mendalam. Kita berharap, para korban ini segera ditemukan dalam keadaan selamat. Saya sudah telepon dan perintahkan Kepala BPPD Pegunungan Bintang untuk membantu TNI/Polri melakukan pencarian para korban,” ujar Bupati Spei Bidana saat menghubungi papuabangkit.com, Minggu, 29 Januari 2023.

    Bupati Spei Yan Bidana

    Bupati Spei mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, penyebab tragedi ini bisa saja terjadi karena kelebihan kapasitas beban para penyeberang, dimana para anggota TNI/Polri ini 6 orang menyeberang secara serentak. Sementara posisi kayu pancang penambat tali dari jembatan yang menghubungkan Distrik Iwur yang terletak di Kampung Kalomdol itu, memang sudah rapuh.

    “Jadi tali jembatan itu putus di ujung kayu tiang pancang. Dulu sempaat pakai tiang besi tapi sudah hanyut dibawa air. Air Sungai Digul di bawahnya memang sangat deras. Tapi tentu saja aparat di lapangan yang lebih tahu penyebab kejadian secara detail,” tuturnya.

    Menurut Spei, Pemda Pegubin pada APBD tahun 2022 sudah menganggarkan di DPA Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk membangun jembatan dengan panjang sekitar 60 meter itu. Sayangnya, proyek pekerjaan jembatan ini dipending karena tiang pancang yang dikirim dari Surabaya tiba di Jayapura terlambat yakni pada Oktober 2022.

    “Jadinya saya putuskan, kita pending dan bangun tahun 2023 ini. Karena jika dipaksa tahun lalu, bisa jadi temuan. Kami siapkan dana tahun ini Rp 13 miliar untuk bangun jembatan Iwur secara permanen, dengan tiang pancang besi dan cor atas. Memang tingkat kesulitan cukup tinggi karena air sungai sangat deras,” tegasnya.

    Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo

    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom mengatakan, Tim Gabungan TNI-Polri melakukan pencarian empat (4) anggota TNI/Polri yang hanyut karena insiden tali jembatan gantung di Sungai Digoel Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan yang putus, Sabtu, 28 Januari 2023 sekitar pukul 11.20 wit.

    Kabid Humas mengatakan insiden terjadi saat rombongan Kapolres Pegunungan Bintang yang hendak melakukan pengecekan ke Pos Pol Iwur sedangkan rombongan Dansatgas Pamwiltasrat Pamwiltasrat RI-PNG Yonif 143/TWEJ hendak melakukan kunjungan kerja ke Pos Satgas Yonif 143/TWEJ.

    “Kendaraan Rombongan hanya sampai di ujung jalan. Selanjutnya personel berjalan kaki melewati Jembatan Tali. Saat di tengah jembatan tiba-tiba tali Jembatan putus,” ucap Kabid Humas dalam siaran persnya, Sabtu, 28 Januari 2023 sekitar pukul 11.20 wit.

    Kabid Humas juga menambahkan bahwa kondisi tali jembatan yang sudah tidak layak dan rombongan yang melewati jembatan melebihi kapasitas.

    “Empat anggota TNI-Polri yang hilang belum ditemukan. Mereka masing-masing Briptu Yohanes Matheus, Bripda Risman Rahman, Bripda Stevan Randongkir dan Pratu Ferdian Dwi Kusuma. Sampai dengan saat ini masih dilakukan pencarian oleh Aparat TNI/Polri terhadap korban,” imbuhnya.

    Sumber: Papuabangkit.com (Gusty Masan Raya)

  • Bupati Spei Minta Kelompok Yang Berseberangan Hentikan Kekerasan di Pegubin dan Bangun Budaya Damai

    Bupati Spei Minta Kelompok Yang Berseberangan Hentikan Kekerasan di Pegubin dan Bangun Budaya Damai

    JAYAPURA—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST.M.Si dengan tegas meminta kepada kelompok yang berseberangan untuk menghentikan tindakan kekerasan seperti pembakaran, penembakan, dan pembunuhan di Kabupaten Pegunungan Bintang dan mengedepankan budaya damai dan saling mengasihi dalam hidup bersama di wilayah pemerintahannya.

    Imbauan itu disampaikan Bupati Spei Bidana menyikapi serangkaian teror berupa penembakan aparat dan pesawat, serta pembakaran sekolah dan fasilitas kantor pemerintah pekan lalu di Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, yang diduga dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM).

    “Mereka adalah saudara-saudari kita juga. Pada prinsipnya saya sebagai kepala daerah dan perpanjangan tangan negara di Pegunungan Bintang ingin agar tak ada lagi kekerasan, membunuh dan membakar. Itu bukan budaya kita. Kita orang orang Aplim Apom itu punya budaya damai dan saling mengasihi. Dengan suasana damai dan aman, kami pemerintah daerah bisa fokus membangun Pegunungan Bintang dan masyarakat juga bisa menikmatinya. Mereka selama ini orang baik, hanya saja saya menduga mereka telah ditunggangi, dihasut atau diprovokasi oleh oknum tertentu untuk tujuan tertentu,” ujar Bupati Spei per telepon selulernya, Senin, 16 Januari 2023.

    Sementara itu, terkait adanya pemberitaan sejumlah media mengenai upaya TNI/Polri yang akan melakukan pengejaran terhadap kelompok TPNPN/OPM di Pegunungan Bintang, Spei mengaku dirinya tidak bisa mengintervensi kebijakan keamanan negara sesuai garis komando karena sudah berbeda institusi. Sebab tugas aparat keamanan adalah melindungi rakyat dari gangguan keamanan, apalagi behadapan dengan teror dan kekerasan yang mengancam nyawa rakyat.

    “Jadi tugas TNI-Polri ya menjaga keamanan, tugas kami sebagai pemerintah daerah adalah membangun daerah. Ini harus dibedakan. Terus terang, saya cukup terganggu dengan ancaman yang dilakukan oleh Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom yang beredar viral dimana-mana. Saya diancam akan ditembak. Salah saya apa? Sebagai pejabat negara di daerah, saya bertindak untuk melindungi seluruh warga Pegunungan Bintang. Dan sekali lagi saya tegaskan, apapun ideologinya, tak pernah dibenarkan berjuang dengan cara membunuh, menghancurkan dan membakar fasilitas,” tegas Bupati Spei.

    Menurut Spei, jika ada hal-hal yang kurang berkenan terkait persoalan pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang, mestinya diselesaikan dengan mengedepankan budaya damai dan pikiran jernih melalui kritik yang konstruktif. Bukan dengan kekerasan yang menghancurkan yang merugikan banyak orang.

    Sebab, kata Spei, masyarakat di seluruh Pegunungan Bintang ini telah menerima Firman Tuhan dan diberkati oleh Injil. Sejak dulu nenek moyang mereka telah menanamkan budaya damai dan mengasihi satu sama lain kepada setiap anak cucunya sehingga kini generasi Bumi Okmin dikenal sebagai pribadi yang sopan, ramah, dan takut akan Tuhan.

    “Mari kita semua bergandengan tangan sama-sama bangun Pegunungan Bintang dengan cara damai dan penuh kasih. Sudah cukup kasus Kiwirok buat kita belajar, terlalu banyak masyarakat kita yang jadi korban harta benda dan mengungsi. Jadi kepada saudara-saudari saya yang masih berseberangan ideologi, sekali lagi saya minta dengan tegas untuk hentikan kekerasan dan teror. Mari kita bangun budaya damai dan kasih sama-sama bangun daerah kita,” tutup Spei Bidana yang juga mantan Kepala Bappeda Pegubin ini. (Sumber: Papua Bangkit)

  • Pemkab Pegunungan Bintang Gandeng PLN Menuju Oksibil Terang 24 Jam

    Pemkab Pegunungan Bintang Gandeng PLN Menuju Oksibil Terang 24 Jam

    Tim Launching PLN bersama Bupati Spei Yan Bidana, ST.,M.Si melakukan peresmian PLTD dan PLTS di Dabolding. (foto-TransparansiIndonesia)

    Oksibil – Hari ini (Kamis, 27/10), rombongan Tim Launching PLN bersama Bupati Spei Yan Bidana, ST.,M.Si melakukan peresmian PLTD dan PLTS di Dabolding, kota Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, Papua

    Upaya Pemkab Pegunungan Bintang untuk terus memperkuat layanan kelistrikan kepada masyarakat di Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, kini telah terwujud, Kamis (27/10).

    Hari ini rombongan Tim Launching, PLN bersama Bupati Spei Yan Bidana, ST.,M.Si melakukan peresmian PLTD dan PLTS di Dabolding, kota Oksibil.

    Dua mesin induk berkapasitas besar diesel dengan kapasitas masing-masing 500 KVA per unit atau total 1.000 KVA tersebut sudah terparkir di lokasi Dabolding, kota Oksibil.

    Kedua mesin induk diesel kerjasama PLN tersebut kini telah resmi beroperasi melayani kebutuhan listrik masyarakat di kota Oksibil.

    Kehadiran mesin diesel induk tersebut juga akan saling menunjang dengan mesin-mesin diesel lainnya milik Pemkab Pegunungan Bintang.

    “Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan listrik kepada masyarakat demi kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor-sektor lainnya terus kami perjuangkan bahkan hingga ke pusat,” kata Bupati Spei Bidana kepada Transparansi Indonesia, Kamis (27/10).

    Menurutnya, dengan telah terwujudnya peningkatan kapasitas dari mesin induk tersebut, diharapkan kedepannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat di kota Oksibil.

    Impian masyarakat Pegunungan Bintang di Oksibil yang selama puluhan tahun yang lalu dilanda krisis kelistrikan kini sudah terwujud.

    Bersama PLN dan pihak terkait lainnya, Spei Bidana berhasil mewujudkannya hari ini.

    Sejarah baru ini tentunya akan dikenang sebagai hari listrik di kota Oksibil menuju Oksibil Terang 24 Jam.

    Ia pun berharap agar kedua mesin induk berkapasitas besar tersebut dapat dirawat sebaik-baiknya dan dijaga bersama oleh seluruh komponen masyarakat demi melestarikan pembangunan yang sudah ada.

    “Selanjutnya sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk merawatnya dan menjaganya demi kepentingan bersama,” harap Spei Bidana.

    Selain telah berhasil dilakukannya peningkatan jaringan kelistrikan melalui launching hari ini, Bupati Spei Bidana juga masih terus berjuang untuk segera merealisasikan terwujudnya PLTMH Digul.

    Selama beberapa hari ini Spei Bidana juga tampak aktif bersama rombongan PLN terus melakukan pengecekan intake di PLTMH Digul untuk upaya peningkatan pembangunan kelistrikan dari tenaga mikrohidro tersebut.

    “Pemerintah masih terus berjuang aktif bahkan hingga ke tingkat pusat untuk merealisasikan cita-cita pembangunan dalam berbagai aspek, terwujudnya peningkatan kelistrikan seperti pada hari ini adalah demi memenuhi standar pelayanan dasar listrik kepada masyarakat yang sudah puluhan tahun didambakan, karena tanpa adanya listrik yang memadai maka masyarakat akan sangat sulit berkembang,” terang Spei Bidana, Bupati Pegunungan Bintang diwartakan Transparansi Indonesia.

    (Sumber: Transparansi Indonesia)*

  • Menggapai Harapan Bersama di Provinsi Papua Pegunungan

    Menggapai Harapan Bersama di Provinsi Papua Pegunungan

    JAKARTA – Perjuangan Panjang rakyat Papua untuk meresmikan tiga provinsi baru mereka akhirnya terjawab sudah pada 11 November 2022 di Jakarta. Ditengah riak-riak politik yang sudah terlewatkan, kini saatnya rakyat Bersatu menjemput penjabat Gubernur mereka untuk siap Bersama, bergandengan tangan dalam membangun Papua lebih baik kedepannya.

    Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana kepada media ini di sela-sela acara peresmian dan pelantikan tiga penjabat Gubernur itu mengatakan, ini adalah langkah awal yang baik dilakukan pemerintah untuk membangun Papua.

    “Semua ini karena rencana Tuhan untuk daerah kita. Kita dan seluruh elemen rakyat harus memberi dukungan atas keputusan yang terjadi saat ini, agar kita lebih focus memberdayakan rakyat Papua lebih baik dari sebelumnya”, ungkap Spei Yan Bidana saat bersalaman dengan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

    Sepintas melihat kedua sosok Bupati Spei dan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo itu tersirat banyak hal yang bakal diperjuangkan baik oleh pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kedepannya.

    Bupati Spei mengatakan, riak-riak politik yang sudah terlewatkan merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar sebagai bentuk aspirasi rakyat kepada pemerintah. Meskipun demikian, apa yang telah diputuskan pemerintah pusat, harus bisa diterima oleh rakyat dan pemerintah daerah.

    “Kita telah melewati banyak tahapan sebelumnya, baik pro maupun kontra dalam perjuangan ini, namun, satu yang kita pikirkan adalah semua itu berujung kepada rakyat sehingga apa yang kita lihat hari ini adalah keputusan final pemerintah untuk kebaikan Bersama. Saatnya kita Bersatu, bergandengantangan Bersama pemerintah daerah dan provinsi dan juga seluruh pemangku kepentingan untuk melihat Provinsi Papua Pegunungan lebih baik kedepannya”, ungkap Spei Yan Bidana saat itu.

    Ia juga menjelaskan, Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai daerah batas negara kedepan harus menjadi perhatian Bersama, baik pemerintah provinsi maupun pusat, sebab beranda negara menjadi focus yang tidak bisa diabaikan.

    Ia juga berharap agar ada sinergitas yang baik antara seluruh unsur pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melihat masa depan rakyat di Provinsi Papua Pegunungan kedepan lebih baik dari yang ada saat ini. (tim-red)