Kategori: News

  • Semarak Hardiknas di Distrik Weime: Sinergi Tiga Jenjang Sekolah dan Kehangatan Tradisi Bakar Batu

    Semarak Hardiknas di Distrik Weime: Sinergi Tiga Jenjang Sekolah dan Kehangatan Tradisi Bakar Batu

    KOMINFO – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) terpancar kuat di pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang, tepatnya di Distrik Weime, tiga institusi pendidikan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA bersinergi menggelar rangkaian perayaan meriah yang memadukan semangat kompetisi olahraga dengan kearifan lokal, 1 Mei 2026.

    Rangkaian kegiatan diinisiasi para Kepala Sekolah dari ketiga jenjang tersebut yang bertujuan mempererat silaturahmi antar-siswa sekaligus memupuk bakat olahraga di wilayah Pegunungan. Kemeriahan diisi dengan turnamen sepak bola putra dan putri, serta bola voli putra dan putri yang diikuti antusias oleh seluruh siswa.

    Kepala Sekolah SMP Negeri Weime, Nasman Lepi, S.Pd menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan simbol kekompakan insan pendidikan di Distrik Weime.

    “Melalui olahraga, kita tidak hanya merayakan Hardiknas secara seremonial, tetapi juga menanamkan jiwa sportivitas dan kerjasama tim bagi anak-anak didik kita sejak dini,” ujar Nasman di sela-sela kegiatan.

    Puncak acara ditutup dengan momen yang sangat berkesan bagi Siswa setempat. Setelah pengumuman pemenang dan pemberian hadiah bagi para juara, seluruh peserta, dan guru berkumpul untuk makan bersama dalam tradisi Bakar Batu.

    Tradisi Bakar Batu ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan wujud syukur dan simbol perdamaian serta persatuan antara pihak sekolah dengan masyarakat adat di Pegunungan Bintang. Asap dari batu panas yang membakar hasil bumi setempat menjadi saksi kebersamaan yang hangat di tengah sejuknya udara Distrik Weime.

    “Pendidikan dan adat tidak bisa dipisahkan di tanah ini. Bakar batu hari ini adalah cara kami mengucap syukur atas perkembangan pendidikan di Weime sekaligus memohon restu leluhur agar anak-anak kami menjadi generasi emas masa depan,” tambah Nasman.

    Melalui momentum Hardiknas ini, diharapkan sinergi antara sekolah di Distrik Weime terus terjaga, demi melahirkan generasi muda Kabupaten Pegunungan Bintang yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kuat secara fisik dan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya lokal. (Humas Kominfo)

  • Kapolda Papua Tegaskan Komitmen Penanganan Keamanan di Pegunungan Bintang pada Rakor Kemenko Polhukam

    Kapolda Papua Tegaskan Komitmen Penanganan Keamanan di Pegunungan Bintang pada Rakor Kemenko Polhukam

    Pegbintangkab.go.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si, menegaskan komitmen Polri dalam upaya penanganan keamanan bagi warga Papua, khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

    Rakor yang turut melibatkan unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah tersebut bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap berbagai macam potensi ancaman terhadap masyarakat dan pertahanan negara, utamanya di wilayah Papua yang hingga kini masih menghadapi dinamika keamanan.

    Menurut Kapolda Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si, langkah koordinasi ini sangat positif untuk memproteksi masyarakat dari berbagai kemungkinan ancaman, sekaligus menyinergikan langkah-langkah penanganan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

    “Pegunungan Bintang perlu mendapat atensi serius dari negara, termasuk Polri yang siap mendukung program yang sedang dilakukan pemerintah daerah,” ujar Kapolda.

    Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Bupati Pegunungan Bintang, Prof. Sarjono, yang turut hadir dalam rakor tersebut, menyampaikan paparan mengenai urgensi percepatan pembangunan di wilayahnya. Menurut Prof. Sarjono, Pegunungan Bintang sebagai beranda terdepan negara memerlukan pembangunan yang cepat dan merata.

    “Pegunungan Bintang sebagai beranda negara harus dibangun secara cepat, terutama infrastruktur seperti jalan, jembatan, termasuk pos lintas batas negara (PLBN) yang sudah diusulkan Pemda Pegunungan Bintang,” papar Prof. Sarjono.

    Lebih lanjut, Prof. Sarjono memberikan contoh konkret mengenai aspek pendidikan dan kerjasama regional yang memerlukan perhatian khusus. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang saat ini telah menerima mahasiswa dari negara tetangga, Papua Nugini, untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Okmin Papua.

    “Ini membutuhkan perhatian secara khusus. Upaya kerjasama antara Universitas Okmin dengan mahasiswa Papua Nugini juga sedang dilakukan dan itu perlu mendapat atensi pemerintah pusat,” tambah Prof. Sarjono, menggarisbawahi pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk inisiatif-inisiatif strategis di daerah. (Kominfo_Pegbin)

  • Kemenlu Apresiasi Langkah Pemkab Pegunungan Bintang Terima Mahasiswa PNG di Universitas Okmin

    Kemenlu Apresiasi Langkah Pemkab Pegunungan Bintang Terima Mahasiswa PNG di Universitas Okmin

    PEGBINTANGKAB.GO.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Bintang dalam memajukan sektor pendidikan dan mempererat hubungan internasional kembali mendapat perhatian positif dari pemerintah pusat. Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.IP., M.Si., pada Selasa (27/5/2025), melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Jakarta.

    Pertemuan ini bertujuan membahas dukungan pemerintah pusat terhadap Universitas Okmin yang telah mulai menerima mahasiswa asal Papua Nugini (PNG).

    Dalam diskusi yang berlangsung serius tersebut, Direktur Pasifik dan Oseania Kemenlu RI, Adi Dzulfuat, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan Pemkab Pegunungan Bintang.

    “Pihak Kementerian Luar Negeri memberi apresiasi atas apa yang sedang dilakukan pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya menerima mahasiswa asal Papua Nugini,” ujar Adi Dzulfuat seperti dikutip dari OkminTv di Jakarta, usai pertemuan dengan Bupati Spei Yan Bidana.

    Adi Dzulfuat menilai bahwa program pendidikan di Universitas Okmin yang melibatkan mahasiswa dari negara tetangga tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hubungan bilateral antara Indonesia dan Papua Nugini. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa PNG di Pegunungan Bintang dapat mempererat tali persaudaraan yang sudah terjalin antara warga kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan.

    Sementara itu, Bupati Spei Yan Bidana menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat, melalui Kementerian Luar Negeri, dapat memberikan dukungan konkret dan menindaklanjuti program yang tengah diupayakan oleh pemerintah daerah.

    “Saya berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri dapat menindaklanjuti program yang sedang dilakukan Pemerintah Daerah melalui pendidikan di Universitas Okmin Papua,” ungkap Bupati.

    Kunjungan dan pembahasan kerjasama ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkab Pegunungan Bintang untuk memastikan masa depan generasi muda, terutama di bidang pendidikan, mendapat perhatian dan dukungan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan perbatasan serta memperkuat diplomasi lunak melalui sektor pendidikan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Atase Pertahanan Papua Nugini untuk Indonesia, Kolonel Dominic Bulungol, dan Prof. Sarjono, yang turut memberikan perhatian terhadap pengembangan kerjasama pendidikan ini. (Kominfo_Pegbin)

  • Bupati Pegunungan Bintang Intensifkan Koordinasi dengan Pusat, Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Prioritas

    Bupati Pegunungan Bintang Intensifkan Koordinasi dengan Pusat, Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Prioritas

    Pegbintangkab.go.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Bintang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat realisasi berbagai program pembangunan strategis.

    Upaya ini mendapatkan atensi positif dari pemerintah pusat, terbukti dengan serangkaian pertemuan yang dilakukan Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.IP., M.Si., didampingi Staf Khusus Bupati, Profesor Sarjono, di Jakarta dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

    Kunjungan kerja ke ibu kota tersebut bertujuan untuk memastikan berbagai rencana program maupun usulan yang telah disampaikan oleh Pemkab Pegunungan Bintang dapat terakomodasi dan terlaksana pada tahun anggaran 2025 maupun tahun-tahun berikutnya.

    Salah satu pertemuan penting berlangsung pada Selasa (27/5/2025) di mana Bupati Spei Yan Bidana diterima langsung oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Diana Kusumastuti, M.T., di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, Bupati secara khusus menyampaikan dan membahas usulan program percepatan pembangunan abutmen Jembatan Digul serta penanganan ruas jalan Oksibil – Waropko.

    “Ruas jalan Oksibil – Waropko ini merupakan akses strategis yang sangat vital bagi kami. Kelancaran ruas ini akan berdampak langsung pada efisiensi distribusi logistik, bahan bangunan, serta pemenuhan berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Pegunungan Bintang,” papar Bupati Spei Yan Bidana sebagaimana dilaporkan dari Jakarta.

    Selain kedua fokus utama tersebut, Pemkab Pegunungan Bintang juga mengusulkan pembangunan ruas jalan Iwur – Tarub yang terkoneksi hingga perbatasan negara tetangga, Papua Nugini (PNG). Usulan infrastruktur lainnya yang tak kalah penting mencakup pembangunan Jembatan Kali Katem, Jembatan Kali Idim, Jembatan Kali Iwur, dan Jembatan Kali Okbon. Seluruh jembatan ini merupakan bagian integral dari ruas jalan nasional yang berfungsi sebagai penghubung strategis di kawasan perbatasan.

    Tidak hanya berfokus pada sektor infrastruktur fisik, upaya Pemkab Pegunungan Bintang juga menyentuh bidang peningkatan sumber daya manusia. Dalam agenda kerja lainnya di Jakarta, Bupati Spei Yan Bidana bersama Profesor Sarjono turut menggelar pertemuan dengan pihak Kementerian Luar Negeri. Pertemuan ini secara spesifik membahas rencana kerja jangka panjang di bidang pendidikan.

    Salah satu poin yang mengemuka adalah inisiatif Universitas Okmin yang telah menjalin hubungan dan kerja sama dengan mahasiswa asal Papua Nugini.

    “Kerja sama pendidikan ini memiliki potensi besar dan kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan atensi khusus serta menindaklanjutinya, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua belah pihak dan mempererat hubungan antarnegara,” ujarnya.

    Rangkaian pertemuan dan koordinasi intensif yang dilakukan Bupati Pegunungan Bintang ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjemput bola dan bersinergi dengan pemerintah pusat demi mewujudkan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang. (Kominfo_Pegbin)

  • Kemenko Polhukam Gelar Rakor, Bahas Identifikasi Ancaman Pertahanan di Pegunungan Bintang

    Kemenko Polhukam Gelar Rakor, Bahas Identifikasi Ancaman Pertahanan di Pegunungan Bintang

    Pegbintangkab.go.id – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) penting pada Selasa, 27 April 2025, di Jakarta. Pertemuan ini difokuskan untuk melakukan identifikasi berbagai potensi ancaman terhadap pertahanan negara, dengan perhatian khusus pada situasi di wilayah Papua, terutama Kabupaten Pegunungan Bintang.

    Rakor tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan instansi terkait, termasuk dari unsur TNI dan Polri. Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) XVII/Cenderawasih, Tevi A. Zebuah, menyampaikan apresiasi dan dukungan tegas terhadap langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Kemenko Polhukam bersama seluruh jajaran terkait.

    “Kami mengapresiasi dan mendukung penuh upaya Kemenko Polhukam serta instansi terkait, termasuk Polri, dalam upaya pengamanan warga, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan negara,” ujar Kasdam XVII/Cenderawasih.

    Sementara itu, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.IP, M.Si., yang turut hadir dan memberikan pemaparan materi, menekankan signifikansi kolaborasi yang efektif. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam menjamin keamanan warga negara.

    “Kolaborasi yang efektif antara TNI, Polri, dan pemerintah sangat penting untuk mengamankan warga negara. Lebih dari itu, ini krusial untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memastikan kelancaran serta keberhasilan setiap program pembangunan yang dilaksanakan,” papar Bupati Spei Yan Bidana.

    Dalam paparannya, Bupati juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebagai wilayah yang merupakan beranda terdepan negara dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Pegunungan Bintang menurutnya memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

    “Pegunungan Bintang, sebagai beranda negara yang berbatasan dengan Papua Nugini, mestinya mendapat perhatian khusus. Salah satu yang mendesak adalah percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN),” tegasnya.

    Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan pemetaan ancaman yang komprehensif serta merumuskan langkah-langkah strategis lebih lanjut untuk memperkuat pertahanan dan keamanan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang, demi kedaulatan NKRI dan kesejahteraan masyarakat.(Kominfo_Pegbin)

  • Pertama kalinya, Dua Kadis Perempuan di Lantik Bersamaan Oleh Bupati Pegubin

    Pertama kalinya, Dua Kadis Perempuan di Lantik Bersamaan Oleh Bupati Pegubin

    OKSIBIL – Pelantikan pejabat fungsional dilingkungan Pemkab Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, kali ini berbeda dari rentetan pelantikan pejabat selama 21 tahun terakhir.

    Berbeda karena pada pelantikan kali ini, Bupati Pegunungan Bintang, Spey Yan Birdana ST, M.Si bersama Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP resmi melantik dua perempuan pegunungan Bintang bersama 32 kepala distrik lainnya di Oksibil Jumat 14/3/2025.

    Mereka adalah kepala Distrik Okbab, Rosa Mallo dan Martina Uropka kepala Distrik Batani, Kabupaten Pegunungan Bintang.

    Kadis Okbab, Rosa Mallo (tengah) didampingi para kepala Puskesmas usia pengambilan sumpah jabatan.

    Dalam pesannya Spey berharap, melalui kepercayaan yang diberikan itu kiranya menjadi mama (ibu) bagi rakyat pada wilayah yang di pimpinnya.

    “Kepala distrik yang dilantik termasuk Dua Kadis Perempuan ini, merupakan suatu kepercayaan yang diberikan untuk memimpin suatu wilayah. Pastikan pelayanan pemerintahan berjalan efektif termasuk Kamtibmas”

    Bupati Birdana menekankan bahwa, tiap kepala distrik memastikan ketahanan Pangan di tiap-tiap wilayah.

    Dalam waktu dekat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan. Program MBG bagi siswa tentu membutuhkan suplai makanan dari tiap kampung sehingga kepala distrik wajib memastikan ketahanan Pangan tersedia. ***

    Sumber: Siwarweng.com

  • Pemkab Pegunungan Bintang Gandeng Akademisi Susun RPJMD 20 Tahun

    Pemkab Pegunungan Bintang Gandeng Akademisi Susun RPJMD 20 Tahun

    OKSIBIL, PEGBINTANGKAB.GO.ID – Guna mendukung visi dan misi pembangunan, Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST.M.Si., dan Wakil Bupati, Kris Bakweng Uropmabin, S.T., menggandeng tim akademisi untuk mendampingi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pegunungan Bintang.

    Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Spei Bidana di Aula Bappeda pada Selasa (11/3/2025) ini menghadirkan tiga akademisi yang memaparkan presentasi di bidang masing-masing terkait penyusunan RPJMD Pegubin selama 20 tahun ke depan.

    Ketiga akademisi tersebut adalah Salmon Kasipmabin, Dosen Universitas Okmin Papua, yang memaparkan presentasi di bidang pendidikan berbasis budaya dan implementasi visi cerdas Bupati Pegubin. Kemudian, Melkior N.N Sitokdana, Dosen Universitas Kristen Satya Wacana, memaparkan Visi Sehat, Cerdas, Mandiri Ekonomi Berbasis Budaya dan Tata Ruang. Terakhir, Meita Handoko, Dosen Universitas Kristen Satya Wacana, menyampaikan materi tentang kesehatan dan mandiri ekonomi.

    Dalam sambutannya, Bupati Spei Yan Bidana menegaskan bahwa ketiga akademisi ini siap membantu seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun RPJMD dengan menerjemahkan visi pembangunan yang telah dicanangkan sejak periode pertama kepemimpinannya.

    “Saya minta para kepala dinas harus menerjemahkan Visi Sehat Cerdas Mandiri Ekonomi Berbasis Budaya dan Tata Ruang dengan menggunakan analisis SWOT untuk dimasukkan dalam dokumen RPJMD. Nanti akan diisi dan disempurnakan oleh tim dari akademisi. Setiap kepala OPD pastikan setiap hari rapat di internal dinas itu dan pastikan pekerjaan terurus dengan baik. Jadi terjemahkan visi bupati berdasarkan tupoksi,” tutur Bupati Spei.

    Prioritaskan Pendidikan dan Seleksi Bibit Unggul

    Pada kesempatan tersebut, Bupati Spei meminta Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan pelayanan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah dengan program yang tepat sasaran. Ia juga menginstruksikan dinas terkait untuk segera menggelar perlombaan cerdas cermat dan seleksi kemampuan anak dalam rangka HUT ke-22 Kabupaten Pegubin.

    “Yang dapat peringkat akan disekolahkan ke sekolah nuklir Indonesia di Jakarta. Tapi tidak hanya cerdas cermat, harus ada iven olahraga sepak bola putra putri antar pelajar. Tim yang raih juara satu akan diberangkatkan ke tingkat provinsi untuk berkompetisi di sana,” jelasnya.

    Kurikulum Berbasis Budaya dan Tata Ruang yang Berkelanjutan

    Mengenai kurikulum pendidikan berbasis budaya, Bupati Spei menekankan pentingnya hal tersebut karena masyarakat Pegunungan Bintang telah memiliki pendidikan adat, budaya, dan agama yang berjalan teratur. Ia berencana menerapkan pendidikan berbasis budaya lokal di semua sekolah di Pegubin mulai tahun 2028.

    “Kemudian, untuk tata ruang, karena Pegunungan Bintang ini daerah ketinggian, jangan ada aktivitas penebangan hutan sembarang. Juga disiplin buang sampah pada tempatnya. Sampah ini juga kita akan kelola baik didaur ulang supaya dari situ bisa menghasilkan sesuatu. Jadi mulai dari sekarang sudah harus kita kampanye untuk warga bisa satukan sampah organik dan anorganik untuk dikelola oleh dinas terkait,” tegas Bupati Spei.

    Rapat ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mewujudkan pembangunan yang terencana, terarah, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi. Diharapkan, RPJMD yang disusun dapat menjadi pedoman yang komprehensif dalam mencapai visi dan misi pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang. (Editor: tim | Source: Papuabangkit.com)

  • Bupati Pegunungan Bintang Kecewa, Pimpinan OPD Tidak Disiplin dalam Rapat RPJMD

    Bupati Pegunungan Bintang Kecewa, Pimpinan OPD Tidak Disiplin dalam Rapat RPJMD

    Oksibil, PegbintangKab.go.id – Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST.M.Si, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak disiplin dalam menghadiri rapat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pegubin 2025-2030. Rapat tersebut diselenggarakan di Aula Bappeda Pegubin, Oksibil, pada Selasa, 11 Maret 2025.

    “Saya sangat kecewa sekali terhadap sejumlah Kepala Dinas yang tidak tepat waktu. Kalian ini kemarin saja saya lantik. Bagaimana kalian bisa menerjemahkan visi, misi saya kalau model pembawaannya tidak disiplin waktu seperti ini,” tegas Bupati Spei dengan nada kecewa saat membuka rapat.

    Bupati Spei Bidana menekankan pentingnya konsistensi waktu sebagai cerminan wibawa seorang pemimpin, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan berawal dari kebiasaan di rumah dan akan berdampak pada kinerja sebagai pemimpin di sebuah lembaga.

    “Jadi ini uji coba, saya kasih waktu enam bulan ke depan. Kalau kepala dinas yang tidak bekerja, saya akan copot jabatan itu/nonjob. Ini momen yang paling baik untuk saya sampaikan kepada ASN yang belum dapat jabatan, mulai hari ini aktif berkantor supaya kali bisa gantikan kepala dinas yang tidak mematuhi aturan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Bupati Spei Bidana menjelaskan bahwa kedisiplinan ASN telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021. Ia meminta agar kejadian keterlambatan rapat hingga tiga jam karena menunggu kepala dinas tidak terulang kembali.

    Bupati Spei juga menyoroti masalah kehadiran ASN dalam pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang yang dinilai tidak konsisten dari waktu ke waktu. Ia menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pimpinan OPD dan staf yang meninggalkan kantor dan lebih banyak beraktivitas di luar Oksibil setelah dilantik.

    Rapat yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIT akhirnya dimulai pada pukul 12.00 WIT. Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP, Sekretaris Daerah Pegubin Jeni Linthin, SH,M.Si, Ketua PKK Pegubin Ny. Susana Maria Apaseray, S.IP beserta wakilnya, dan seluruh pimpinan OPD. (Editor: tim | Source: Papuabangkit.com)

  • Bupati Spei Bidana Buka Rapat RPJMD, Tekankan Tiga Aspek Pembangunan Unggulan

    Bupati Spei Bidana Buka Rapat RPJMD, Tekankan Tiga Aspek Pembangunan Unggulan

    OKSIBIL, PEGBINTANGKAB.GO.ID – Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST., M.Si., didampingi Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP., secara resmi membuka rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pegunungan Bintang di Aula Bappeda Pegubin, Oksibil, Selasa (11/3/2025). Bupati Spei Bidana menekankan tiga aspek program unggulan yang akan menjadi fokus utama dalam RPJMD, yaitu sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

    Dalam sambutannya, Bupati Spei Bidana menyatakan bahwa RPJMD ini bertujuan untuk menerjemahkan visi pembangunan yang telah dicanangkan. Ia menekankan pentingnya setiap dinas merencanakan program kerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pegunungan Bintang, setiap dinas harus merencanakan program kerja yang bisa dapat tersentuh di masyarakat. Supaya di masa kepemimpinan saya benar-benar ada bukti nyata. Misalnya, Dinas Pertanian memastikan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pengembangan pertanian yang berbasis modern,” kata Bupati Bidana.

    Bupati Spei Bidana juga menegaskan agar para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) fokus dalam menyiapkan dokumen yang mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang untuk 20 tahun ke depan.

    “RPJMD ini juga kita dorong sebagai forum menampung aspirasi dan masukan dari berbagai stakeholder guna memperdalam berbagai perumusan kebijakan perencanaan daerah yang solutif atas permasalahan dan isu pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Bupati Spei Bidana menjelaskan perlunya optimalisasi pengelolaan potensi daerah sebagai pertimbangan strategis dalam menentukan permasalahan dan isu pembangunan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak non-pemerintah, dengan komitmen tinggi untuk mencapai tujuan pembangunan.

    “Memperhatikan dengan aktif berbagai dinamika dan arahan pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMPD Tahun 2025-2030 sebagai bagian dari menjamin sinkronisasi, keselarasan, dan kesinambungan Pembangunan Pusat dan Daerah. Peningkatan inovasi dalam pembangunan untuk dapat mewujudkan Kabupaten Pegunungan Bintang Sehat, Cerdas, Mandiri Ekonomi Berbasis Budaya dan Tata Ruang pada 46 tahun mendatang,” tegas Spei yang juga Alumnus Terbaik UGM 2023 ini.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Pegubin, Yance Tapyor, ST., M.AP., menambahkan bahwa setiap OPD harus memunculkan program prioritas dalam penyusunan program.

    “Jangan susun program terlalu banyak, pilih satu dua saja yang bisa didorong,” tegas Yance.

    Yance Tapyor juga menekankan bahwa semua OPD wajib menyerahkan dokumen program ke Bappeda.

    “Jadi kalau sudah diserahkan ke saya, saya akan kunci. Dan kalau sudah dikunci, tidak ada kata maaf. Jadi tidak ada perombakan nantinya, tiba saat tiba akal yang ini harus ikut baik. Jadi saya minta semua OPD mohon kerjasamanya untuk sama-sama kita susun program prioritas pembangunan lima tahun ke depan,” tutur mantan Kepala PUPR Pegubin ini.

    Rapat pembahasan RPJMD ini menjadi langkah awal yang penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang ke depan. Dengan fokus pada tiga aspek unggulan dan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan Kabupaten Pegunungan Bintang dapat mencapai kemajuan yang signifikan dan berkelanjutan. (Editor: tim | Source: Papuabangkit.com)

  • Pemda Pegubin Siap Bangun Dapur Umum di Yapimakot Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Pemda Pegubin Siap Bangun Dapur Umum di Yapimakot Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    OKSIBIL – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, berencana akan membangun Dapur Umum di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon yang berlokasi sekitar satu kilometer lebih dari Kota Oksibil guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Hal itu disampaikan Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST,M.Si didampingi Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP di sela-sela kegiatan survei lokasi pembangunan Dapur Umum MBG, Sabtu, 8 Maret 2025.

    “Hari ini kami turun langsung ke lokasi untuk pastikan setengah hektar lahan di sini akan kita bangun Dapur Umum guna mendukung program Makan Bergizi Gratis sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia,” kata Bupati Spei Bidana kepada wartawan didampingi Wabup Arnold Nam.

    Menurut Spei Bidana, sesuai petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN), tenaga yang akan direkrut untuk bekerja di Dapur Umum MBG secara umum adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga non ASN. Mereka akan bertugas untuk mengolah dan memasak makanan serta mengantar ke sekolah-sekolah.

    Bahkan, direncanakan ke depan akan MBG ini juga diberikan kepada para ibu menyusui di Pegubin untuk mendukung gizi di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    “Kita rencana dapur ini disiapkan untuk memberi makan 7.000-8.000 ribu anak sekolah dari tingkat sekolah PAUD hingga SMA/SMK. Kita akan uji coba pada 25 sekolah di Oksibil, lalu ke Iwur, Kalomdol, Oksibil, Okaom, Serambakon, Pepera, dan Okbape,” ujar mantan Kepala Bappeda Pegubin ini.

    Bupati dua periode ini menegaskan, Pemda Pegubin pada intinya mendukung penuh implementasi program Makan Bergizi Gratis yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Sebab MBG adalah salah satu program yang bagus dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak sekolah.

    “Program Makan Bergizi Gratis dari Bapak Presiden Prabowo ini sangat nyambung dengan visi sehat dan cerdas yang dicanangkan oleh kami selaku Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang. Sebagai pelayan masyarakat, mau tidak mau kami harus dukung dan terima program ini,” tuturnya.

    Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, program MBG dari sisi ekonomi juga bisa mengurangi angka pengangguran di Pegubin serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun ekonomi para petani. Oleh karena itu, ia meminta seluruh rakyat Pegubin harus melihat dari sisi positif program mulia ini.

    Sementara itu Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1715 Pegununga Bintang Supriyadi mengatakan, pada umumnya pihaknya akan mendukung penuh program MBG ini bisa terealisasi dengan baik di Bumi Okmin.

    “Dalam waktu dekat kami akan mendapatkan 5o-an personil dari pusat untuk ditempatkan mengamankan lokasi Dapur Umum Makan Bergizi Gratis ini, tetapi kami juga jalankan tugas sesuai petunjuk Bapak Bupati,” tegas Supriyadi. (Aquino Ningdana).

    Pantauan media, sekitar Pkl. 16.00 WIT, Bupati dan Wabup Pegubin didampingi sejummlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tiba di lokasi yang akan dibangun Dapur Umum MBG.

    Adapun sejumlah kepala OPD Pegubin itu yakni Kepala Bappeda Yance Tapyor, ST,M.AP, Kepala Dinas PUPR Herman Sampe, ST, Kepala Dinas Pendidikan Octoviaen Gerald Bidana S.Pd.,MPA, dan Kepala Dinas Pertanian Andi Yawalka.

    Selain itu, ada juga Kepala Dinas Perhubungan Metodius Kakyarmabin, S.Pd, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Laban Howay, S.Sos,MM, Kepala Dinas Satu Pintu Otto Yawalka dan Kepala Kesbangpol Kalep Alimdam, S.IP,M.KP. Hadir pulu pimpinan Yayasan Binterbusi dan Dosen UKSW. (Aquino Ningdana/GMR/Papuabangkit.com)