Kategori: News

  • BNPB Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Bencana di Pegbin

    BNPB Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Bencana di Pegbin

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan peralatan dan logistik tanggap darurat kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegbin), Papua Pegunungan. Bantuan ini ditujukan bagi warga Kampung Borban, Distrik Okbab, yang menjadi korban bencana alam pada April 2024 lalu.

    Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pegunungan Bintang, Wilem Nukaipra, pada Senin (15/1/2025), menyampaikan terima kasih atas dukungan BNPB. “Atas nama pemerintah, kami berterima kasih atas bantuan BNPB. Ini sangat berarti bagi masyarakat Borban,” ujarnya.

    Wilem menjelaskan, bantuan ini merupakan tindak lanjut penetapan status tanggap darurat oleh Bupati dan pengajuan bantuan ke BNPB. “Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat dan mengajukan bantuan. BNPB merespons dengan cepat,” tambahnya.

    Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak. Wilem memastikan bantuan akan digunakan tepat sasaran. (tim)

  • Spei Yan Bidana: Jejak Perubahan dan Warisan Pendidikan di Pegunungan Bintang

    Spei Yan Bidana: Jejak Perubahan dan Warisan Pendidikan di Pegunungan Bintang

    Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.T., M.Si., dinilai meletakkan dasar perubahan signifikan di daerah ini sejak dilantik pada 3 Maret 2021. Fokus pada pembangunan, khususnya pendidikan, menghasilkan berdirinya Universitas Okmin Papua (UOP) sebagai capaian monumental, meskipun sempat memimpin sendiri pasca wafatnya Wakil Bupati Piter Kalakmabin.

    Sejak awal, Spei Yan Bidana dan almarhum Piter Kalakmabin membawa visi pemerintahan terbuka dan profesional. Keduanya memiliki kesamaan gagasan untuk memperbaiki sistem pemerintahan dan menyalurkan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.

    Meninggalnya Piter Kalakmabin menciptakan kekosongan wakil bupati, sehingga Spei Yan Bidana harus menjalankan pemerintahan seorang diri. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menghalangi fokus pada program pembangunan yang sedang berjalan dan pengusulan program baru ke pemerintah pusat.

    Peresmian Universitas Okmin Papua oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menjadi salah satu capaian paling menonjol. Pendirian universitas ini dipandang sebagai langkah visioner.

    Akademisi Universitas Negeri Jakarta, Dr. Robert Tetikay, S.Pd., M.Pd., menilai Spei Yan Bidana memiliki pandangan politik pembangunan yang luar biasa. “Membangun universitas di Pegunungan Papua tidak mudah, namun berhasil diwujudkan,” ungkapnya.

    Dr. Oktovianus Woge, S.Pd., M.Pd., rekan sejawat Dr. Robert, juga mengapresiasi perubahan di dunia pendidikan. Keduanya mendukung upaya UOP untuk terus maju, termasuk usulan pembukaan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) untuk menjawab kebutuhan generasi muda di bidang olahraga, serta potensi kerjasama dengan Papua Nugini.

    Selain UOP, capaian lain meliputi peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, perhubungan udara, penyediaan listrik dan air bersih, serta perhatian pada sektor pendidikan secara umum.

    Keberhasilan Spei Yan Bidana dalam mengatasi berbagai kendala pembangunan mendapat pengakuan dari berbagai kalangan. Harapan besar agar kepemimpinan ini dapat berlanjut dengan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan perubahan yang lebih besar bagi Kabupaten Pegunungan Bintang. (xpdc)