JAYAPURA —Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST,M,Si menyatakan turut prihatin dan rasa empati yang mendalam kepada keluarga korban tragedi putusnya tali jembatan Iwur yang membuat 4 personil TNI/Polri hanyut dibawa air Sungai Digoel dan sedang dalam proses pencarian.
“Saya selaku pimpinan daerah dan mewakili seluruh ASN dan masyarakat Pegunungan Bintang menyampaikan rasa empati yang mendalam. Kita berharap, para korban ini segera ditemukan dalam keadaan selamat. Saya sudah telepon dan perintahkan Kepala BPPD Pegunungan Bintang untuk membantu TNI/Polri melakukan pencarian para korban,” ujar Bupati Spei Bidana saat menghubungi papuabangkit.com, Minggu, 29 Januari 2023.
Bupati Spei Yan Bidana
Bupati Spei mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, penyebab tragedi ini bisa saja terjadi karena kelebihan kapasitas beban para penyeberang, dimana para anggota TNI/Polri ini 6 orang menyeberang secara serentak. Sementara posisi kayu pancang penambat tali dari jembatan yang menghubungkan Distrik Iwur yang terletak di Kampung Kalomdol itu, memang sudah rapuh.
“Jadi tali jembatan itu putus di ujung kayu tiang pancang. Dulu sempaat pakai tiang besi tapi sudah hanyut dibawa air. Air Sungai Digul di bawahnya memang sangat deras. Tapi tentu saja aparat di lapangan yang lebih tahu penyebab kejadian secara detail,” tuturnya.
Menurut Spei, Pemda Pegubin pada APBD tahun 2022 sudah menganggarkan di DPA Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk membangun jembatan dengan panjang sekitar 60 meter itu. Sayangnya, proyek pekerjaan jembatan ini dipending karena tiang pancang yang dikirim dari Surabaya tiba di Jayapura terlambat yakni pada Oktober 2022.
“Jadinya saya putuskan, kita pending dan bangun tahun 2023 ini. Karena jika dipaksa tahun lalu, bisa jadi temuan. Kami siapkan dana tahun ini Rp 13 miliar untuk bangun jembatan Iwur secara permanen, dengan tiang pancang besi dan cor atas. Memang tingkat kesulitan cukup tinggi karena air sungai sangat deras,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom mengatakan, Tim Gabungan TNI-Polri melakukan pencarian empat (4) anggota TNI/Polri yang hanyut karena insiden tali jembatan gantung di Sungai Digoel Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan yang putus, Sabtu, 28 Januari 2023 sekitar pukul 11.20 wit.
Kabid Humas mengatakan insiden terjadi saat rombongan Kapolres Pegunungan Bintang yang hendak melakukan pengecekan ke Pos Pol Iwur sedangkan rombongan Dansatgas Pamwiltasrat Pamwiltasrat RI-PNG Yonif 143/TWEJ hendak melakukan kunjungan kerja ke Pos Satgas Yonif 143/TWEJ.
“Kendaraan Rombongan hanya sampai di ujung jalan. Selanjutnya personel berjalan kaki melewati Jembatan Tali. Saat di tengah jembatan tiba-tiba tali Jembatan putus,” ucap Kabid Humas dalam siaran persnya, Sabtu, 28 Januari 2023 sekitar pukul 11.20 wit.
Kabid Humas juga menambahkan bahwa kondisi tali jembatan yang sudah tidak layak dan rombongan yang melewati jembatan melebihi kapasitas.
“Empat anggota TNI-Polri yang hilang belum ditemukan. Mereka masing-masing Briptu Yohanes Matheus, Bripda Risman Rahman, Bripda Stevan Randongkir dan Pratu Ferdian Dwi Kusuma. Sampai dengan saat ini masih dilakukan pencarian oleh Aparat TNI/Polri terhadap korban,” imbuhnya.
JAYAPURA—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST.M.Si dengan tegas meminta kepada kelompok yang berseberangan untuk menghentikan tindakan kekerasan seperti pembakaran, penembakan, dan pembunuhan di Kabupaten Pegunungan Bintang dan mengedepankan budaya damai dan saling mengasihi dalam hidup bersama di wilayah pemerintahannya.
Imbauan itu disampaikan Bupati Spei Bidana menyikapi serangkaian teror berupa penembakan aparat dan pesawat, serta pembakaran sekolah dan fasilitas kantor pemerintah pekan lalu di Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, yang diduga dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM).
“Mereka adalah saudara-saudari kita juga. Pada prinsipnya saya sebagai kepala daerah dan perpanjangan tangan negara di Pegunungan Bintang ingin agar tak ada lagi kekerasan, membunuh dan membakar. Itu bukan budaya kita. Kita orang orang Aplim Apom itu punya budaya damai dan saling mengasihi. Dengan suasana damai dan aman, kami pemerintah daerah bisa fokus membangun Pegunungan Bintang dan masyarakat juga bisa menikmatinya. Mereka selama ini orang baik, hanya saja saya menduga mereka telah ditunggangi, dihasut atau diprovokasi oleh oknum tertentu untuk tujuan tertentu,” ujar Bupati Spei per telepon selulernya, Senin, 16 Januari 2023.
Sementara itu, terkait adanya pemberitaan sejumlah media mengenai upaya TNI/Polri yang akan melakukan pengejaran terhadap kelompok TPNPN/OPM di Pegunungan Bintang, Spei mengaku dirinya tidak bisa mengintervensi kebijakan keamanan negara sesuai garis komando karena sudah berbeda institusi. Sebab tugas aparat keamanan adalah melindungi rakyat dari gangguan keamanan, apalagi behadapan dengan teror dan kekerasan yang mengancam nyawa rakyat.
“Jadi tugas TNI-Polri ya menjaga keamanan, tugas kami sebagai pemerintah daerah adalah membangun daerah. Ini harus dibedakan. Terus terang, saya cukup terganggu dengan ancaman yang dilakukan oleh Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom yang beredar viral dimana-mana. Saya diancam akan ditembak. Salah saya apa? Sebagai pejabat negara di daerah, saya bertindak untuk melindungi seluruh warga Pegunungan Bintang. Dan sekali lagi saya tegaskan, apapun ideologinya, tak pernah dibenarkan berjuang dengan cara membunuh, menghancurkan dan membakar fasilitas,” tegas Bupati Spei.
Menurut Spei, jika ada hal-hal yang kurang berkenan terkait persoalan pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang, mestinya diselesaikan dengan mengedepankan budaya damai dan pikiran jernih melalui kritik yang konstruktif. Bukan dengan kekerasan yang menghancurkan yang merugikan banyak orang.
Sebab, kata Spei, masyarakat di seluruh Pegunungan Bintang ini telah menerima Firman Tuhan dan diberkati oleh Injil. Sejak dulu nenek moyang mereka telah menanamkan budaya damai dan mengasihi satu sama lain kepada setiap anak cucunya sehingga kini generasi Bumi Okmin dikenal sebagai pribadi yang sopan, ramah, dan takut akan Tuhan.
“Mari kita semua bergandengan tangan sama-sama bangun Pegunungan Bintang dengan cara damai dan penuh kasih. Sudah cukup kasus Kiwirok buat kita belajar, terlalu banyak masyarakat kita yang jadi korban harta benda dan mengungsi. Jadi kepada saudara-saudari saya yang masih berseberangan ideologi, sekali lagi saya minta dengan tegas untuk hentikan kekerasan dan teror. Mari kita bangun budaya damai dan kasih sama-sama bangun daerah kita,” tutup Spei Bidana yang juga mantan Kepala Bappeda Pegubin ini. (Sumber: Papua Bangkit)
Tim Launching PLN bersama Bupati Spei Yan Bidana, ST.,M.Si melakukan peresmian PLTD dan PLTS di Dabolding. (foto-TransparansiIndonesia)
Oksibil – Hari ini (Kamis, 27/10), rombongan Tim Launching PLN bersama Bupati Spei Yan Bidana, ST.,M.Si melakukan peresmian PLTD dan PLTS di Dabolding, kota Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, Papua
Upaya Pemkab Pegunungan Bintang untuk terus memperkuat layanan kelistrikan kepada masyarakat di Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, kini telah terwujud, Kamis (27/10).
Hari ini rombongan Tim Launching, PLN bersama Bupati Spei Yan Bidana, ST.,M.Si melakukan peresmian PLTD dan PLTS di Dabolding, kota Oksibil.
Dua mesin induk berkapasitas besar diesel dengan kapasitas masing-masing 500 KVA per unit atau total 1.000 KVA tersebut sudah terparkir di lokasi Dabolding, kota Oksibil.
Kedua mesin induk diesel kerjasama PLN tersebut kini telah resmi beroperasi melayani kebutuhan listrik masyarakat di kota Oksibil.
Kehadiran mesin diesel induk tersebut juga akan saling menunjang dengan mesin-mesin diesel lainnya milik Pemkab Pegunungan Bintang.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan listrik kepada masyarakat demi kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor-sektor lainnya terus kami perjuangkan bahkan hingga ke pusat,” kata Bupati Spei Bidana kepada Transparansi Indonesia, Kamis (27/10).
Menurutnya, dengan telah terwujudnya peningkatan kapasitas dari mesin induk tersebut, diharapkan kedepannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat di kota Oksibil.
Impian masyarakat Pegunungan Bintang di Oksibil yang selama puluhan tahun yang lalu dilanda krisis kelistrikan kini sudah terwujud.
Bersama PLN dan pihak terkait lainnya, Spei Bidana berhasil mewujudkannya hari ini.
Sejarah baru ini tentunya akan dikenang sebagai hari listrik di kota Oksibil menuju Oksibil Terang 24 Jam.
Ia pun berharap agar kedua mesin induk berkapasitas besar tersebut dapat dirawat sebaik-baiknya dan dijaga bersama oleh seluruh komponen masyarakat demi melestarikan pembangunan yang sudah ada.
“Selanjutnya sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk merawatnya dan menjaganya demi kepentingan bersama,” harap Spei Bidana.
Selain telah berhasil dilakukannya peningkatan jaringan kelistrikan melalui launching hari ini, Bupati Spei Bidana juga masih terus berjuang untuk segera merealisasikan terwujudnya PLTMH Digul.
Selama beberapa hari ini Spei Bidana juga tampak aktif bersama rombongan PLN terus melakukan pengecekan intake di PLTMH Digul untuk upaya peningkatan pembangunan kelistrikan dari tenaga mikrohidro tersebut.
“Pemerintah masih terus berjuang aktif bahkan hingga ke tingkat pusat untuk merealisasikan cita-cita pembangunan dalam berbagai aspek, terwujudnya peningkatan kelistrikan seperti pada hari ini adalah demi memenuhi standar pelayanan dasar listrik kepada masyarakat yang sudah puluhan tahun didambakan, karena tanpa adanya listrik yang memadai maka masyarakat akan sangat sulit berkembang,” terang Spei Bidana, Bupati Pegunungan Bintang diwartakan Transparansi Indonesia.
JAKARTA – Perjuangan Panjang rakyat Papua untuk meresmikan tiga provinsi baru mereka akhirnya terjawab sudah pada 11 November 2022 di Jakarta. Ditengah riak-riak politik yang sudah terlewatkan, kini saatnya rakyat Bersatu menjemput penjabat Gubernur mereka untuk siap Bersama, bergandengan tangan dalam membangun Papua lebih baik kedepannya.
Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana kepada media ini di sela-sela acara peresmian dan pelantikan tiga penjabat Gubernur itu mengatakan, ini adalah langkah awal yang baik dilakukan pemerintah untuk membangun Papua.
“Semua ini karena rencana Tuhan untuk daerah kita. Kita dan seluruh elemen rakyat harus memberi dukungan atas keputusan yang terjadi saat ini, agar kita lebih focus memberdayakan rakyat Papua lebih baik dari sebelumnya”, ungkap Spei Yan Bidana saat bersalaman dengan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo di Jakarta, Jumat (11/11/2022).
Sepintas melihat kedua sosok Bupati Spei dan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo itu tersirat banyak hal yang bakal diperjuangkan baik oleh pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kedepannya.
Bupati Spei mengatakan, riak-riak politik yang sudah terlewatkan merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar sebagai bentuk aspirasi rakyat kepada pemerintah. Meskipun demikian, apa yang telah diputuskan pemerintah pusat, harus bisa diterima oleh rakyat dan pemerintah daerah.
“Kita telah melewati banyak tahapan sebelumnya, baik pro maupun kontra dalam perjuangan ini, namun, satu yang kita pikirkan adalah semua itu berujung kepada rakyat sehingga apa yang kita lihat hari ini adalah keputusan final pemerintah untuk kebaikan Bersama. Saatnya kita Bersatu, bergandengantangan Bersama pemerintah daerah dan provinsi dan juga seluruh pemangku kepentingan untuk melihat Provinsi Papua Pegunungan lebih baik kedepannya”, ungkap Spei Yan Bidana saat itu.
Ia juga menjelaskan, Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai daerah batas negara kedepan harus menjadi perhatian Bersama, baik pemerintah provinsi maupun pusat, sebab beranda negara menjadi focus yang tidak bisa diabaikan.
Ia juga berharap agar ada sinergitas yang baik antara seluruh unsur pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melihat masa depan rakyat di Provinsi Papua Pegunungan kedepan lebih baik dari yang ada saat ini. (tim-red)
Papua tidak pernah kekurangan talenta-talenta putera-puteri terbaik bangsa. Pelantikan Nikolaus Kondomo sebagai Penjabat (Pj) Gubernur provinsi Papua Pegunungan mendapatkan sambutan sukacita dari wajah negeri di ujung timur Indonesia dari kabupaten Pegunungan Bintang yang kini telah resmi menjadi bagian dari daerah otonom baru, provinsi Papua Pegunungan.
Spei Yan Bidana, ST.,M.Si menyampaikan ucapan sukacita selamat dan sukses kepada Nikolaus Kondomo yang telah resmi dilantik sebagai Pj. Gubernur provinsi Papua Pegunungan.
Spei Bidana adalah generasi muda bertalenta manusia rekor yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pegunungan Bintang dan Ketua Banteng Pegunungan Bintang dalam catatan Gesuri yang telah dirilis dalam pemberitaan-pemberitaan sebelumnya.
Ucapan yang sama juga disampaikan oleh Spei Bidana kepada dua putra-putri terbaik Papua lainnya yakni, Apolo Safanpo dan Ribka Haluk, masing-masing sebagai Pj. Gubernur provinsi Papua Selatan dan Pj. Gubernur provinsi Papua Tengah.
Atas peresmian ketiga provinsi baru di Papua tersebut serta pelantikan Pj. Gubernur provinsi Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Tengah, maka secara de facto, kabupaten Pegunungan Bintang resmi menjadi bagian dari daerah otonomi baru, provinsi Papua Pegunungan.
“Selamat dan sukses menyertai pak Nikolaus Kondomo sebagai Pj. Gubernur provinsi Papua Pegunungan dan sekaligus selamat atas persemian provinsi Papua Pegunungan dimana Pegunungan Bintang masuk dalam provinsi tersebut. Mari menatap kedepan, riak-riak politik telah berlalu sebagai bagian dari aspirasi masyarakat, mari melangkah bersama kita bangun Papua,” ucap Bupati Spei Bidana yang belakangan menjadi tranding topik di Gesuri.id karena pemberitaannya yang selalu masuk nominasi top news di level nasional Gesuri.id bersama berita-berita dari istana presiden (11/11).
“Kami juga mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian dua provinsi lainnya yaitu provinsi Papua Selatan dan provinsi Papua Tengah serta pelantikan Pj. Gubernur provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah,” Spei Bidana, Bupati Pegunungan Bintang menambahkan.
MENGENAL TIGA DAERAH OTONOM BARU DI PAPUA YANG BARU DIRESMIKAN
Diwartakan dari sekretariat kabinet, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah meresmikan tiga Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (11/11).
Peresmian ketiga DOB tersebut dilakukan di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Bupati Pegunungan Bintang, Spei Bidana turut hadir dalam undangan resmi tersebut.
“Hari ini, Jumat, tanggal 11 November 2022, bertempat di Jakarta, saya Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, atas nama Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Provinsi Papua Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022; Provinsi Papua Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022; dan Provinsi Papua Pegunungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022,” ujar Mendagri.
Peresmian ditandai dengan pemukulan tifa oleh Mendagri Tito Karnavian bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo putera daerah asal Papua dan beberapa pejabat lainnya.
Dalam agenda ini, Tito juga melantik tiga orang penjabat (Pj) Gubernur, masing-masing Apolo Safanpo sebagai Pj. Gubernur Papua Selatan, Ribka Haluk sebagai Pj. Gubernur Papua Tengah, dan Nikolaus Kondomo sebagai Pj. Gubernur Papua Pegunungan.
Ketiga penjabat gubernur tersebut memiliki latar belakang akademisi dan pejabat pemerintahan.
Apolo Safanpo merupakan latar belakang Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen); Ribka Haluk dengan latar belakang Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Papua; sedangkan Nikolaus Kondomo latar belakang Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor: 115/P Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 10 November 2022.
Sebagaimana tertuang dalam Keppres, ihwal lama jabatan, masing-masing Pj. Gubernur tersebut paling lama menjabat selama satu tahun.
“Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan, sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah, sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya dan berintegritas, serta berbakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Mendagri mendiktekan sumpah dan janji jabatan kepada para penjabat yang dilantik.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengucapan sumpah/janji jabatan serta pakta integritas oleh masing-masih pejabat yang dilantik.
SPEI BIDANA GENERASI CERDAS DARI UFUK TIMUR INDONESIA YANG SEDANG BERSINAR
Sekilas dalam catatan Gesuri.id ihwal sang nahkoda baru dari kabupaten Pegunungan Bintang wajah negeri di ujung timur Indonesia, Bupati Spei Bidana adalah kader sekaligus ketua Banteng Pegunungan Bintang dari Papua yang sangat aktif dalam gebrakan pemberitaan-pemberitaannya di Gesuri.
Ia telah beberapa kali memecahkan rekor nasional dalam daftar tranding topik melalui pemberitaan pembangunannya yang selalu bertengger di top news level nasional. Bahkan dua kali bertengger menjadi rekor top one news di urutan pertama bersaing dengan berita-berita kegiatan presiden dan tokoh/pejabat nasional lainnya. Rekor berita daerah untuk kabupaten Pegunungan Bintang adalah rekor terbaik seluruh Indonesia.
Spei Bidana kini tercatat sebagai kepala daerah multi rekor dan paling aktif dan terpopuler dari Papua dalam menyampaikan gaung pembangunan dari wajah negeri di ujung timur Indonesia.
Pegunungan Bintang yang dulu asing di telinga, kini beranjak menjadi populer di kalangan pejabat pusat hingga internal partai penguasa PDIP sejak kepemimpinan Spei Bidana.
Gaung percepatan pembangunan yang ia cita-citakan menjadi hal khusus yang harus diperhatikan untuk membawa rakyat Papua dari keterbelakangan akibat keterisolasian wilayah.
Pegunungan Bintang dengan medan geografis pegunungan terjal adalah wilayah perbatasan antar negara yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini sehingga menjadi wajah negeri di ujung timur Indonesia.
Setelah Nikolaus Kondomo, Apolo Safanpo dan Ribka Haluk, dan para putera/i daerah Papua pendahulunya, kini ada sosok baru yang sedang bersinar yang diharapkan dapat segera melanjutkan estafet pembangunan di wilayah timur Indonesia, ketika pemerintah pusat sedang memberikan peluang seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik berprestasi dari Papua.
Dia tak lain adalah Spei Bidana, generasi baru cerdas dari wilayah Pegunungan Papua, berlatar belakang ahli perencana birokrat yang matang, telah mencatatkan beberapa sejarah baru dari Papua.
Ia kini digadang-gadang sangat berpotensi untuk menjadi pendobrak kebuntuan di kawasan Indonesia timur menjadi kandidat menteri percepatan pembangunan di kawasan Indonesia timur, apalagi negara telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi putra-putri Papua terbaik yang berprestasi.
“Spei Bidana ini kami menyebutnya misionaris mudah yang cerdas, pelayan publik yang benar-benar tulus kami rasakan, dia ahli perencana yang benar-benar matang. Hanya dalam waktu singkat gebrakan pembangunannya nyata didepan mata dari dia bangun universitas hanya tiga bulan, hingga jadikan ibukota Oksibil sudah terang yang mana selama 20 tahun lalu gelap-gulita. Dia bolak-balik Jakarta perjuangkan daerahnya, di daerah dia juga bolak-balik turun lapangan ke distrik-distrik kontrol pembangunan jalan, jembatan, bandara, gedung pelayanan, pertanian dan masih banyak lagi dia belum puas,” ujar Koni, guru dari distrik terpencil Pegunungan Bintang (11/11).
“Jadi Spei Bidana ini orang gila membangun karena karakter dan komitmennya kuat, mimpinya besar untuk bangun Papua di tengah segala keterbatasan yang ada dia mampu bercahaya. Negara dan presiden butuh orang gila seperti ini,” Ia menambahkan.
MENGGAPAI IMPIAN DI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN BERSAMA NIKOLAUS KONDOMO
Diwartakan beberapa jaringan media lokal setempat, media timor dan OkminTV dari Pegunungan Bintang, Perjuangan panjang rakyat Papua untuk meresmikan tiga provinsi baru mereka akhirnya terjawab sudah pada 11 November 2022 di Jakarta. Ditengah riak-riak politik yang sudah terlewatkan, kini saatnya rakyat Bersatu menjemput penjabat Gubernur mereka untuk siap Bersama, bergandengan tangan dalam membangun Papua lebih baik kedepannya.
Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana kepada media ini di sela-sela acara peresmian dan pelantikan tiga penjabat Gubernur itu mengatakan, ini adalah langkah awal yang baik dilakukan pemerintah untuk membangun Papua.
“Semua ini karena rencana Tuhan untuk daerah kita. Kita dan seluruh elemen rakyat harus memberi dukungan atas keputusan yang terjadi saat ini, agar kita lebih fokus memberdayakan rakyat Papua lebih baik dari sebelumnya”, ungkap Spei Yan Bidana saat bersalaman dengan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo di Jakarta, jumat (11/11).
Sepintas melihat kedua sosok Bupati Spei dan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo itu tersirat banyak hal yang bakal diperjuangkan baik oleh pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kedepannya.
Bupati Spei mengatakan, riak-riak politik yang sudah terlewatkan merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar sebagai bentuk aspirasi rakyat kepada pemerintah. Meskipun demikian, apa yang telah diputuskan pemerintah pusat, harus bisa diterima oleh rakyat dan pemerintah daerah.
“Kita telah melewati banyak tahapan sebelumnya, baik pro maupun kontra dalam perjuangan ini, namun, satu yang kita pikirkan adalah semua itu berujung kepada rakyat sehingga apa yang kita lihat hari ini adalah keputusan final pemerintah untuk kebaikan Bersama. Saatnya kita bersatu, bergandengan bersama pemerintah daerah dan provinsi dan juga seluruh pemangku kepentingan untuk melihat Provinsi Papua Pegunungan lebih baik kedepannya”, ungkap Spei Yan Bidana saat itu.
Ia juga menjelaskan, Kabupaten Pegunungan Bintang sebagai daerah batas negara kedepan harus menjadi perhatian Bersama, baik pemerintah provinsi maupun pusat, sebab beranda negara menjadi focus yang tidak bisa diabaikan.
Ia juga berharap agar ada sinergitas yang baik antara seluruh unsur pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melihat masa depan rakyat di Provinsi Papua Pegunungan kedepan lebih baik dari yang ada saat ini.
Upaya pembangunan infrastruktur bandara udara terus di lakuakn Bupati Pegunungan Bintang guna untuk melengkapi kebutuhan masyarakat melalui jalur udara, karena sampai saat ini jalan darat belum tembus ke setiap masing-masing distrik.
Bupati Spey saat mengunjungi distrik Eipumek Kabupaten Pegunungan Bintang pada Hari Jumat, 26/08/22 , dalam acara peletakan batu pertama pembangunan bandara disambut meriah oleh ratusan masyarakat dan seluruh elemen yang ada di distrik tersebut.
“ pertama saya datang saat kampanye suda janji bahawa lapangan Eipumek dan Oksamol akan di aspal , di Oksamol saya sudah turunkan alat berat dan pekerjaan suda mulai di kerjakan dan sekarang di Eipumek saya datang untuk meletakan bantu pertama untuk mulai pembangunan”, ungkap Bupati spey
Dia menambakan , pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan semua, karena keterbatasan Anggaran maka yang akan dikerjakan di bagian kepala bandara habis itu akan pindah lagi sesuai pertahap dan tahun depan tetap lanyut .
Bupati Spey juga menjelaskan , ini adalah program pemerintah ada juga Telkomsel , Gereja, Sekolah namun kerjanya bertahap tidak bisa langsung di kerjakan karena Pegunungan Bintang itu luas dan Anggaran juga terbatas atau kurang maka pemda bangun pelan –pelan.
Bupati pada kesempatan itu menambakan, pemerintah kabupaten sangat berharap dukungan dari masyarakat terkait pembangunan bandara ini. Selain itu Bupati juga berharap program pembangunan yang sedang berlangsung diharapkan masyarakat memberi andil bersama untuk mensukseskan program pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang
“ Pertama itu harus dukung pembangunan yang masuk disini dan sediakan lahan untuk SMA ,SMP dan Jangan lupa jaga pekerja yang masuk disini untuk mengerjekan lapangan terbang supaya pembangunan itu bisa selesai “, tutup Bupati Spey
Upaya pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari target yang diharapkan tidak bisa berjalan baik akibat kebijakan pemerintah untuk memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) untuk kepentingan penanganan Covid-19.
Demikian hal itu disampaikan Bupati Spei Yan Bidana menanggapi pandangan fraksi-fraksi dalam rapat paripurna ke III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pegunungan Bintang pada kamis, (11/08/2022).
Dalam rapat itu Bupati Spey penyampaian pertanggungjawaban terhadap pandangan umum fraksi dari materi RANPERDA atau pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022. Rapat Paripurna tersebut dipimpin oleh wakil ketua satu Lester Apintamon A.Md,Sos.
Bupati Spei Yan Bidana mengatakan, pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) secara Nasional 25 % oleh departemen keuangan untuk semua kabupaten/kota di Indonesia termasuk Kabupaten Pegunungan Bintang sehingga mempengaruhi target yang direncanakan.
“ Prediksi perhitungan penerimaan DAU yang seharusnya 27 milyar, namun karena regulasi untuk perangi virus covid-19 dengan pemotongan DAU setiap kabupaten kota di Indoesia sebesar 10 % maka dari 27 milyar PAD turun hingga 8 milyar sehingga mempengaruhi program belanja yang direncanakan tahun lalu, namun langkah yang saya lakukan adalah berusaha menyediakan anggaran supaya diselesaikan tahun ini ”, ungkap Bupati Spey.
Ia menambakan, Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) sampai sekarang belum ada pemetaan potensi pajak daerah untuk peningkatan PAD maka Perlu ada kesepakatan bersama DPRD.
’’ Sebenarnya saya harapkan supaya tahun depan bisa berlaku tapi karena belum ada, maka itu menjadi tugas prioritas kita di tahun 2023, supaya ada penerimaan walaupun itu kecil. Kita tidak bisa paksa naikan dengan objek-objek pendapatan tapi ada upaya yang harus kita lakukan sehingga dengan itu bisa naik 15 atau 20 milyar”, tutup Spey
Bupati Spey Yan Bidana Melantik 277 Kampung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, dan intruksikan kepada 34 Kepala Distrik untuk dilanjutkan penyerahan Surat Keputusan (SK) di Distrik masing- masing.
Yanus Kalakmabin Kepala Distrik Kiwirok Timur, ketika dihubungi melalui via telelpon, senin (14/06/ 2022) mengatakan mereka melakukan Acara Syukuran dalam rangga Pelantikan dan penyerahan (SK) Pengabdian 9 Kampung pada masa Periode 2022-2027.
“Saya hanya melanjutkan intruksi Bupati untuk memberikan (SK) Pengabdian kepada 9 kampung untuk menjalankan agenda Pemerintah baru di kampung masing-masing,” unkap Yanus.
Ia berharap pemerintah baru harus ada perubahan ditingkat desa karena melihat dari kepemimpinan sebelumnya menggunakan anggaran dana desa (ADD) tidak sesuai dengan undang –undang No 6 tahun 2014 tentang anggaran dana desa. (ADD).
Ia menambakan Pemerintah siapkan anggaran untuk membangun desa tertinggal, mensejahterakan masyarakat dan menciptakan Sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Ia menegaskan pemerintah kampung harus membina apratur dan masyarakat dengan baik karena perkembangan daerah saat ini beda dengan tahun- tahun sebelumnya.
Dengan harapan Pemerintah Kampung dan Pemerintah Distrik saling mendorong agar kedepan daerah mereka membawa perubahan dari berbagai sektor pembangunan.